Dengan mendengar langsung keluhan dan penjelasan dari berbagai perspektif, DPRD Kalteng berharap dapat memahami secara mendalam duduk permasalahan pencurian buah sawit di Kotim.
“Hal ini penting untuk merumuskan solusi yang tepat dan efektif.” ujarnya.
Informasi yang didapat selama kunker akan menjadi dasar bagi DPRD Kalteng untuk memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Junaidi berharap, kunker ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan penjarahan buah sawit di Kotim.
“Sehingga dapat memberikan rasa aman dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam industri perkebunan sawit di daerah tersebut,” jelasnya.
Kalimantanlive.com/fathurrachman







