PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Di tahun 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan tentunya telah melaksanakan berbagai program kerja untuk mencapai target yang telah mereka tetapkan di awal tahun.
Kepala Dinkes Balangan, H Ahmad Sauki menyampaikan bahwa hasil kinerja Dinas Kesehatan terlihat dari Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), angka stunting, empat penyakit dasar, mutu pelayanan dan Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP).
# Baca Juga :Dinkes Balangan Tetapkan Program Kerja 2025, Fokus pada 12 Standar Pelayanan Minimal
# Baca Juga :Dinkes Balangan Ikuti Penilaian Germas Award Tingkat Provinsi, Begini Hasilnya
# Baca Juga :Tidak Ada Kasus Cacar Monyet, Dinkes Balangan Tetap Imbau Masyarakat Untuk Waspada
# Baca Juga :Dinkes Balangan Ajak Para Orangtua Bawa Anak Perempuan Ikuti Imunisasi HPV
“Untuk AKI kita turun di tahun 2024. Dalam setahun kemarin AKI yang diakibatkan melahirkan dan komplikasi melahirkan hanya dua, jadi dari target kita berarti tercapai,” ujar Sauki, Selasa (7/1/2025).
Namun, untuk AKB tidak tercapai, karena target Dinkes Balangan di tahun 2024 tadi yaitu 8 per 100.000 kelahiran hidup. Meskipun begitu, secara absolut bayi yang meninggal di Kabupaten Balangan di tahun 2024 menurun, karena di tahun 2023 terdapat 30 AKB dan di tahun 2024 terdapat 25 AKB.
“Tapi angka target kita tidak tercapai, karena hitungannya itu bayi meninggal dibagi kelahiran ibu dan dikali 100.000,” jelas Sauki.
Meskipun AKB di tahun 2024 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, namun angka kelahiran lebih rendah juga yang membuat target tersebut tidak tercapai.
“Dari 8 per 100.000 kelahiran hidup, kita hanya sekitar 14 dan membuat tidak tercapai secara angka statistik. Namun, secara kumulatif atau absolut AKB menurun,” tambahnya.
Dari AKB dan AKI tersebut, Sauki menjelaskan bahwa angka tersebut akan mempengaruhi angka Usia Harapan Hidup (UHH) di Kabupaten Balangan.







