PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan meminta sekolah-sekolah untuk memanfaatkan lahan kosong mereka dalam mendukung gerakan ketahanan pangan keluarga.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, H Abiji menyampaikan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Balangan terkait Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga.
# Baca Juga :Abdul Hadi-Akhmad Fauzi Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Balangan 2025-2030
# Baca Juga :Sah! KPU Balangan Tetapkan Paslon Abdul Hadi-Akhmad Fauzi Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
# Baca Juga :Kodim 1001 HSU-BLG Gelar Coffee Morning Bersama Wartawan Balangan dan HSU
# Baca Juga :Awali Tahun 2025, Sekretariat DPRD Balangan Gelar Rakoor Bersama Media
“Kami melihat banyak lahan di sekolah-sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan program ini, kita ingin mengubah lahan-lahan tersebut menjadi produktif, tidak hanya untuk kebutuhan sekolah, tetapi juga sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Abiji menyampaikan bahwa sekolah-sekolah diminta untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti tomat, cabai, bawang, dan terong di pekarangan yang belum digunakan.
Sekolah juga diimbau untuk menanam tanaman obat atau apotik hidup, jahe, kunyit, sereh, kencur, daun sirih, dan daun salam. Selain itu, juga tanaman kesehatan seperti ginseng, licorice, daun pegagan, bunga kamelia, dan lidah buaya.
Abiji menambahkan, sekolah dapat memanfaatkan jenis tanaman seperti pucuk merah, melati Jakarta, tanaman boxwood, cemara kipas, soka jawa, lidah mertua, bambu kuning.
Tak hanya itu, sekolah juga disarankan menanam rumput jepang dan rumput gajah mini di halaman terbuka.
“Melalui program ini, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan kepada siswa. Selain itu, tanaman seperti apotik hidup dapat mendukung kesehatan siswa melalui program UKS,” tambahnya.
Abiji juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan siswa dalam menyukseskan program ini.







