Diakui Taufikurrahman konsep kerangka kerja terkait MBG memang bagus, sebab Rp 10.000 sudah lengkap mulai dari lauk pauk (ikan), sayur, nasi, buah, dan susu.
“Konsepnya, kalau lauk pauk itu mungkin dari nelayan kemudian dikumpul melalui persatuan nelayan. Dari persatuan nelayan ke koperasi atau bumdes,” jelasnya.
Begitu juga beras, dari petani, petani ke poktan, lalu poktan ke gapoktan, kemudian gapoktan ke koperasi atau bumdes.
“Kalau melihat siklusnya, perekonomian kita berjalan bagus. Tapi belum tahu, masalah penerapannya saja lagi bagaimana. Kita (kabupaten), MBG ini mulai dari PAUD, SD dan SMP. SMA, itu provinsi,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com/Ger
Editor : Rian









