Pemprov Kalsel Ikuti Rakor Nasional, Bahas Strategi Konkret Pengendalian Inflasi 2025

Deputi BPS Pudji Ismartini memaparkan data inflasi secara nasional pada Desember 2024, mencatat inflasi bulanan sebesar 0,44 persen dan inflasi tahunan sebesar 1,57 persen.

Komponen inti menjadi penyumbang utama dengan andil 1,44 persen, sementara harga diatur pemerintah menyumbang 0,11 persen, dan komponen bergejolak menyumbang 0,02 persen.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Dukung Penguatan Profesi APS Melalui Sumpah/Janji DSI Tahun 2025

Beberapa komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi meliputi emas perhiasan, daging ayam ras, dan bawang merah. Sementara itu, deflasi didorong oleh harga cabai merah, cabai rawit, tomat, dan tarif angkutan udara.

Sekjen Kemendagri meminta seluruh kepala daerah dan instansi terkait untuk fokus pada pengendalian harga, terutama melalui penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di kawasan timur Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan harga subsidi minyak goreng untuk mencegah manipulasi pasar.

Pemprov Kalsel optimistis bahwa langkah-langkah ini dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi secara nasional.

Sumber: Adpim