Adapun, di minggu pertama pelaksanaan, ia menuturkan sekolah masih melakukan penyesuaian, seperti mendata siswa yang memiliki alergi atau preferensi makanan tertentu.
“Pada minggu pertama, kami masih mencoba-coba, minggu ini kami mulai mendata, dan minggu depan menu makan siang akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada keluhan terkait makanan basi atau kualitas yang buruk.
“Makanan ini selama disediakan diawasi langsung oleh badan gizi nasional dan Babinsa, sehingga kualitasnya terjamin,” paparnya.
Sehingga ia pun berharap program ini dapat terus dilanjutkan, mengingat sekolah ini menerapkan sistem full day dari pagi hingga sore.
“Program ini melibatkan banyak pihak, sehingga gizi siswa tetap terjaga, sekaligus membantu mereka untuk lebih fokus dalam kegiatan belajar,” pungkasnya.
(Kalimantanlive.com/Lina)
editor : TRI









