TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Alat pendeteksi dalam rangka kesiapsiagaan bencana alam kini sudah dimiliki Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPDB) Kabupaten Tabalong .
Alat tersebut yaitu Early Warning System (EWS) yang berguna untuk mendeteksi dini bencana banjir yang dapat dipantau setiap saat 24 jam oleh petugas.
# Baca Juga :Intensitas Hujan Tinggi di Penghujung 2024, BPBD Tabalong Lakukan Cara ini Antisipasi Resiko Batingsor
# Baca Juga :Mitigasi Resiko Bencana, Lapas Tanjung Gandeng BPBD Tabalong Gelar Simulasi Tangani Kebakaran
# Baca Juga :BPBD Tabalong Sharing Prosedur Penanganan Karhutla ke BPBD Balangan
# Baca Juga :Penanggulangan Bencana, BPBD Tabalong dan RS Pertamina Tandatangani Kerjasama Terkait Kesehatan Petugas
Pemantauan bencana banjir melalui EWS ini ditempatkan di rungan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Posdalops) di Kantor BPBD Tabalong.
Selain itu, juga ada Warning Receiver System (WRS) sebagai alat pendeteksi gempa bumi maupun tsunami yang merupakan milik BMKG Balikpapan.
Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakrozi mengatakan, bahwa dua alat pendeteksi banjir atau EWS ini sudah ada sejak dua tahun terakhir dan terpasang di dua lokasi.
“Alat ini berada di Desa Mahe, Kecamatan Tanjung dan ada di Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya,” katanya kepada awak media di Tabalong, Selasa (14/01/2025).
EWS yang terpasang di dua lokasi berbeda ini diperuntukkan untuk memantau ketinggian debit air Sungai Tabalong Kanan dan Sungai Tabalong Kiwa.
Jika kondisi debit air sungai tersebut meluap yang terpantau dalam monitor layar, pihaknya akan memberikan informasi peringatan dengan tanda warna merah (awas), kuning (siaga) dan biru (waspada).










