Upaya tersebut di antaranya kegiatan operasi pasar murah yang tersebar pada 12 kecamatan, memastikan stok bahan pokok di agen ataupun distributor dan sidak pasar untuk pemantauan sejumlah komoditas.
“Kami juga dalam memastikan ketersediaan stok, juga melakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten Nganjuk sejak 2022 untuk pengiriman bawang merah,” katanya.
Ditambahkannya, pihaknya juga memberikan bantuan ongkos angkut kebutuhan bahan pokok dalam upaya menekan angka inflasi.
“Sampai dengan Desember 2024, kami sudah merealisasikan bantun ongkos angkut ini sebesar Rp 24.768.000 dari APBD 2024,” tamba Syam’ani.
(Kalimantanlive.com/ A Hidayat)
editor : TRI







