KUALA KAPUAS, Kalimantanlive.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting menggelar rapat strategis untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.
Rapat berlangsung di Aula Bappelitbangda Kapuas, Rabu (15/1/2025), dan membahas langkah-langkah terkoordinasi untuk mencapai target 2025.
BACA JUGA: STAI Kuala Kapuas Wisuda 168 Sarjana Program Studi PAI Angkatan XXVI Tahun Akademik 2024-2025
Dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekda Kapuas, Ahmad M. Saribi, rapat ini turut dihadiri oleh Kepala DP3APPKB Kapuas dr. Tri Setyautami, Kepala Dinkes Kapuas dr. Tonun Irawati Panjaitan, Kepala Dinas PMD Kapuas Budi Kurniawan, kepala OPD terkait, serta para camat.
Dalam sambutannya, Ahmad M. Saribi menyoroti pentingnya komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan program penurunan stunting.
Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Kapuas telah menunjukkan tren penurunan signifikan, dari 42 persen pada 2019 menjadi 16 persen pada 2023.
“Rapat ini bertujuan mengevaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus menyusun target yang lebih ambisius untuk 2025. Setiap peserta rapat juga diundang untuk menyampaikan masukan mengenai kendala yang dihadapi di lapangan,” ujar Saribi.
Meskipun capaian penurunan stunting menunjukkan hasil positif, Saribi menegaskan bahwa kerja keras harus tetap dilanjutkan.
“Tahun 2024 belum keluar datanya, tetapi apapun hasilnya, itu akan menjadi bahan koreksi dan evaluasi bagi kita,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan sinergi semua pihak, mulai dari bupati, kepala OPD, camat, kepala desa, hingga elemen masyarakat lainnya.
BACA JUGA: Ada Band Meriahkan Tour Isen Mulang 2024 di Kuala Kapuas, Hadirkan Hiburan dan Kebudayaan Kalteng
“Sinergi adalah kunci utama untuk memastikan program berjalan efektif dan mencapai hasil yang diharapkan,” tegas Saribi.
Dengan langkah terkoordinasi ini, diharapkan Kabupaten Kapuas dapat terus mempercepat penurunan angka stunting dan mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
Sumber: Humas Kominfo







