BRIN Tegaskan: Sistem Imun Masyarakat Indonesia Mampu Lawan HMPV Tanpa Vaksin!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Telly Purnamasari Agus, menegaskan bahwa masyarakat Indonesia saat ini belum memerlukan vaksin untuk mencegah infeksi virus Human Metapneumovirus (HMPV).

Menurut Telly, sistem imun tubuh manusia sudah cukup kuat untuk menangkal efek virus tersebut, selama tubuh berada dalam kondisi sehat.

# Baca Juga :Mencegah Penularan Rabies di Tanah Bumbu, DKPP Menggelar Vaksinasi Rabies Serentak

# Baca Juga :98,3 Persen Anak di Balangan Divaksinasi Polio Putaran Pertama, Tertinggi di Kalsel

# Baca Juga :Hadapi Putaran Kedua Vaksinasi Polio, Banjarbaru Yakin Capai Target 95%

# Baca Juga :Pastikan PIN Polio Terlaksana Menyeluruh, Camat Kusan Hulu Giat Lakukan Pendampingan Vaksinasi

“Perlu nggak sih kita melakukan vaksin? Tidak. Untuk saat ini memang belum,” ujar Telly, seperti dilaporkan Antara, Kamis (15/1/2025).

Kekebalan Kelompok Sudah Terbentuk

Telly menjelaskan bahwa berkat vaksinasi massal selama pandemi COVID-19, masyarakat Indonesia telah memiliki kekebalan kelompok (herd immunity) yang cukup untuk menghadapi berbagai infeksi virus, termasuk HMPV.

Namun, ia tetap menyarankan agar masyarakat menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan sehat dan bergizi.

“Imun kita harus kuat dulu. Jadi pada saat sakit, perlu nggak kita suplemen? Mungkin perlu, tapi bisa saja kita tidak butuh vitamin atau suplemen kalau makanan kita sudah cukup,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi vitamin secara berlebihan.

“Kelebihan vitamin juga nggak perlu, terbuang juga. Kebutuhan vitamin itu kan berbeda setiap orang,” lanjut Telly.

Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Selain menjaga daya tahan tubuh, Telly mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kebiasaan yang sudah terbentuk selama pandemi COVID-19. Hal ini termasuk:

Mencuci tangan secara rutin.

Menggunakan masker.

Menjaga etika batuk dan bersin.

Menghindari kontak dekat dengan penderita.