Dari 307.844 kiloliter (KL) pada tahun 2024, kuota ini akan bertambah menjadi 380.291 KL pada tahun 2025, yang mencakup kebutuhan solar subsidi untuk operasional Bus Trans Banjarbakula.
“Dinas Perhubungan Kalsel telah mengusulkan penunjukan SPBU khusus sebagai titik pengisian bahan bakar solar subsidi untuk mendukung kelancaran operasional bus ini,” kata Anwar Rofiq.

H. Kartoyo menyampaikan apresiasi atas perhatian BPH Migas dan memastikan DPRD Kalsel berkomitmen untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA: Komisi III DPRD Kalsel Tinjau Progres Pembangunan Tugu Pal Nol, Siap Jadi Ikon Baru Banjarmasin
“Penambahan kuota ini merupakan kabar baik bagi transportasi publik di Banjarbakula. Bus ini telah menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi nyaman dan terjangkau. Dengan tambahan subsidi, operasionalnya bisa lebih optimal,” ujarnya.







