Pasar Ipu pernah dipindah beberapa kali, seperti ke Pasar PBB, berikutnya dipindah ke Pasar Pendopo, kemudian kembali lagi ke tempat asalnya saat ini karena alasan ditempat tadi tidak laku.
Saat ini nyaris tidak ada lagi warga Desa Ipu yang berjualan di Pasar Ipu. Hal itu menurut Riadi dikarenakan faktor saingan dari pendatang luar yang sudah sangat banyak, ditambah lagi saat ini sudah ada kendaraan masing-masing, sehingga para pembeli hasil bumi warga Ipu dapat langsung datang ke Desa mereka.
Desa Ipu yang secara resminya sudah berusia 168 Tahun, semangat berkebun warga desanya tetap mengalir dan bertahan hingga kini, karena sudah merupakan warisan turun temurun sejak nenek moyang mereka, kata Kades Riadi mengakhiri kisah kenangannya bersama Pasar Ipu.
Wartawan Kalimantan Live sempat mencari Foto masa lalu Pasar Ipu ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Utara. Wartawan diterima dengan hangat dikantornya, dari perbincangan singkat yang agak historical itu sayangnya pihak kearsipan juga pernah mencarinya namun tidak menemukan. Pihak kearsipan lalu merekomendasikan nama sumber yang dapat dituju, sayangnya tidak berhasil pula kami temui.
Saat masuk atau keluar Desa Ipu Dalam, kita dapat menyaksikan disamping kiri-kanan jalannya terdapat tanaman padi ladang yang menghijau, bukti bahwa berladang atau berkebun masih semangat dilakukan warga Ipu hingga kini, meski mereka telah meninggalkan pasar bersejarahnya.
Penulis : M. Gazali Noor/Kalimantan Live







