KALIMANTANLIVE.COM – Tragedi kebakaran hutan di Los Angeles, California, terus memakan korban. Hingga Kamis (16/1/2025) malam, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 27 orang, dengan 31 lainnya masih dinyatakan hilang. Kebakaran yang melanda kawasan Eaton dan Palisades ini telah mencatatkan sejarah kelam sebagai salah satu bencana terbesar di Amerika Serikat.
Korban Jiwa dan Hilang
Menurut laporan terbaru dari kantor pemeriksa medis, 17 korban jiwa ditemukan di lokasi Kebakaran Eaton, sementara 10 korban lainnya berasal dari Kebakaran Palisades. Departemen Sheriff Kabupaten Los Angeles mencatat 31 orang masih dalam pencarian, dengan rincian 24 orang hilang dari Kebakaran Eaton dan 7 orang dari Kebakaran Palisades.
# Baca Juga :Wali Kota LA Karen Bass Dikritik Pesta di Ghana Saat Kebakaran Hutan Melanda Los Angeles
# Baca Juga :Kebakaran Hebat di Glodok Plaza! Barang Elektronik dan Tabung Gas Diduga Pemicu Rentetan Ledakan
# Baca Juga :Aktris Hollywood Dalyce Curry Tewas saat Kebakaran di Los Angeles, Jasadnya Ditemukan Direruntuhan
# Baca Juga :Kebakaran Los Angeles Makin Menjadi: 24 Tewas, 16 Hilang dan Kerugian Fantastis Rp 2.448 Triliun
Namun, angka ini sedikit berbeda dari data Departemen Kepolisian Los Angeles yang menyebutkan hanya 5 orang hilang di Kebakaran Palisades. Kepala Kepolisian LA, Jim McDonnell, menyatakan bahwa pencarian terus dilakukan menggunakan anjing pelacak untuk memastikan semua korban ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian dengan cara yang bermartabat.
Kerugian Ekonomi Fantastis
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 4.500 triliun (setara 250-275 miliar dollar AS), menjadikannya salah satu bencana paling mahal dalam sejarah AS. Perhitungan ini bahkan melampaui kerugian akibat:
Badai Sandy (2012): Rp 3.437 triliun.
Badai Harvey (2017): Rp 3.765 triliun.
Badai Helene (2024): Rp 3.683 – Rp 4.092 triliun.
Jonathan Porter, kepala meteorologi AccuWeather, menjelaskan bahwa angin Santa Ana dengan kecepatan hingga 100 mph berperan besar dalam memperparah kebakaran. “Angin seperti badai ini mengirimkan api yang melahap rumah-rumah mewah, meninggalkan kehancuran yang memilukan,” ujarnya.
Skala Kerusakan yang Mengkhawatirkan
Sejak kebakaran dimulai pada Selasa (7/1/2025), lebih dari 40.000 hektar lahan hangus dilalap api, setara dengan dua kali luas Kota Makassar di Sulawesi Selatan. Selain itu, kebakaran ini telah menghancurkan lebih dari 12.000 bangunan, termasuk rumah-rumah bernilai jutaan dolar.







