Ketahanan Pangan Nasional, Dinas Pertanian Barito Utara Siapkan 4 Program dan Libatkan Gen Z

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Program Ketahanan Pangan Nasional yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan dan keamanan pangan bagi masyarakat serta menjamin akses yang memadai terhadap pangan yang cukup dan berkualitas, menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam Pidato Pertamanya saat dilantik, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan paling lambat 4 sampai 5 tahun Indonesia akan swasembada pangan, bahkan menjadi lumbung pangan dunia (20/10/2024)

“Mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh tergantung sumber makanan dari luar,” ucap Presiden RI Prabowo Subianto.

BACA JUGA : Asal Usul Pasar Ipu Muara Teweh, Simak Sejarahnya (Lengkap)

Di tempat terpisah, Plt. Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Hery Jhon Setiawan melalui Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Jumran, menyampaikan kesiapan Barito Utara untuk program Pemerintah Pusat tersebut, Jum’at (17/01/2025)

Jumran menerangkan ada 4 program yang akan diprioritaskan oleh pusat dan provinsi di Barito Utara, yakni optimasi lahan, cetak sawah, pengembangan jagung dan penanaman tumpang sisip padi Gogo/Padi Lahan Kering, yaitu padi Gogo ditanam di antara tanaman lain.

Diterangkan oleh Jumran, dalam mendukung program Pemerintah tersebut, Dinas Pertanian di dampingi oleh unsur TNI maupun Polri dalam pelaksanaannya. Dalam artian, memberikan support personel dalam mendukung seluruh kegiatan.

“Optimasi lahan dan cetak sawah di dampingi oleh TNI, sedangkan untuk jagung di dampingi Polri,” jelas Jumran.

Jumran melanjutkan lagi, bahwa Kementerian diarahkan untuk membentuk Brigade Pangan yang bertugas mengelola, menerima bantuan dari Pemerintah dan pengelolaannya untuk digunakan bagi kelompok-kelompok tani.

“Mereka direkrut dari kelompok masyarakat produktif generasi Z umur 18 sampai dengan 39 tahun. Akan tetapi kegiatan mereka lebih kepada manejerial,” ungkap Jumran.

Mengenai target optimasi cetak sawah diharapkan mencapai 500 hektare, sedangkan cetak sawah sekitar 4.000 Ha yang tersebar di 3 Kecamatan, yakni Teweh Selatan, Montallat dan Gunung Timang.