Ia menambahkan, pengunjung Museum Wasaka tidak hanya berasal dari kalangan pelajar sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), tetapi juga mahasiswa dan wisatawan internasional yang tertarik mempelajari sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Selatan.
“Setiap bulan kami menerima kunjungan dari wisatawan mancanegara yang ingin melihat langsung koleksi sejarah perjuangan revolusi fisik di Kalimantan Selatan,” tutup Arry.
Sumber: MC Kalsel
Editor: Elpian










