PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Lahan tidak produktif yang dimiliki masyarakat suku Dayak akan dimanfaatkan untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.
Program tersebut akan dilaksanakan dengan kerja sama antara Polres Balangan dan DPD Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Balangan yang berpusat di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.
# Baca Juga :Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Paparkan Capaian Pelayanan Kesehatan di Tahun 2024, Berikut Capaiannya
# Baca Juga :Duduki Peringkat Pertama, Kabupaten Balangan Jadi Daerah dengan Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Tertinggi se-Kalsel
# Baca Juga :Jelang Nataru, Disperindag Kabupaten Balangan Lakukan Sidak Bapokting
# Baca Juga :MEMBANGGAKAN, Kabupaten Balangan Berhasil Raih Prestasi 5 Besar Nasional Kabupaten Terinovatif di IGA 2024
TBBR merupakan organisasi masyarakat yang anggotanya mayoritas berasal dari suku Dayak dan berprofesi sebagai petani, dengan lahan yang tergolong luas. Potensi ini menarik perhatian Polres Balangan untuk bersinergi dengan TBBR dalam memanfaatkan lahan tidak produktif tersebut.
Lahan-lahan tersebut direncanakan akan digunakan untuk penanaman jagung sebagai upaya mendukung ketahanan pangan.
Kasat Intel Polres Balangan, Iptu Paisal Kadapi bersama Plt Ketua TBBR Balangan, Budianto, telah berkomunikasi terkait rencana ini pada Sabtu (18/1/2025).
“Kami akan memasukan rencana pemanfaatan lahan yang kurang produktif dalam program kerja,” ungkap Budianto.
Meskipun begitu, Budianto juga menyoroti upaya di bidang ketahanan pangan untuk menunjang ekonomi masyarakat, sering kali terpengaruh oleh fluktuasi harga pasar.
Menurutnya, hal ini menjadi kendala utama bagi petani, terutama ketika hasil panen dijual pada saat harga pasar rendah, sehingga merugikan petani. Ia mengatakan bahwa hal ini diperlukan koordinasi lebih intensif agar hasil panen dapat mensejahterakan petani sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.







