Air New Zealand Jadi Maskapai Teraman di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

KALIMANTANLIVE.COM – AirlineRatings.com, situs web terkemuka dalam penilaian keselamatan maskapai, baru saja merilis daftar tahunan maskapai penerbangan teraman di dunia untuk 2024. Daftar ini mencakup kategori maskapai layanan penuh dan maskapai berbiaya rendah, dengan total 25 maskapai teratas dari 385 maskapai yang dipantau.

Hasilnya mengejutkan, karena Air New Zealand berhasil mengamankan posisi pertama sebagai maskapai paling aman di dunia. Qantas menempati posisi kedua, sementara Cathay Pacific, Qatar Airways, dan Emirates berbagi posisi ketiga.

# Baca Juga :Garuda Indonesia Raih Penghargaan Internasional sebagai Maskapai Tepat Waktu di Dunia 2023

# Baca Juga :Sasar Wisatawan, Maskapai AirAsia Buka Tiga Rute Baru Ini Mulai Juli 2022

# Baca Juga :Sri Lanka Kehabisan Bensin, Tak Bisa Impor karena Tak Punya Dollar, Maskapai Dijual & Pegawai Tak Digaji

# Baca Juga :Berangkatkan Jemaah Haji ke Arab Saudi, Pemerintah Siapkan 2 Maskapai Ini

Dominasi Air New Zealand dan Qantas
Air New Zealand menduduki puncak daftar berkat keunggulan dalam berbagai aspek keselamatan, seperti pelatihan pilot, sertifikasi IOSA, usia armada, hingga jumlah insiden serius yang minim dalam dua tahun terakhir. CEO AirlineRatings, Sharon Petersen, menyebutkan bahwa persaingan antara Air New Zealand dan Qantas sangat ketat, dengan selisih hanya 1,5 poin.

“Keduanya menunjukkan standar keselamatan tertinggi, mulai dari keterampilan pilot hingga praktik keselamatan operasional,” ungkap Sharon.

Adapun maskapai populer dari Amerika Serikat seperti Hawaiian Airlines, American Airlines, dan Delta Airlines harus puas di peringkat lebih rendah, yakni ke-12, ke-13, dan ke-22.

Maskapai Berbiaya Rendah
Untuk kategori maskapai berbiaya rendah, Hong Kong Express berhasil menjadi yang terbaik, diikuti oleh Jetstar Group di posisi kedua dan Ryanair di tempat ketiga. Maskapai asal AS, seperti Southwest Airlines dan JetBlue Airways, masing-masing hanya berada di posisi ke-9 dan ke-17.

Namun, Spirit Airlines, yang sebelumnya masuk dalam daftar, kini gagal meraih tempat. Maskapai tersebut bahkan mengajukan kebangkrutan pada akhir tahun lalu setelah mengalami kerugian besar sejak 2020.