Ia juga berharap agar program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tetapi mampu diikuti dan dimanfaatkan oleh para petani di Kalsel.
“Mudah-mudahan program ini berkelanjutan dan benar-benar melibatkan petani secara aktif. Kami ingin memastikan bahwa Indonesia mencapai swasembada, baik dalam produksi padi maupun jagung,” harapnya.
BACA JUGA: DPRD Kalsel Evaluasi Kinerja dan Kendala Pendapatan BLUD Pemprov
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan bahwa pada tahap awal, lahan seluas 120 hektare akan digarap untuk program ini.
“Kami menargetkan 110 hektare untuk jagung, dan 10 hektare lainnya akan dikembangkan untuk budidaya ikan haruan menggunakan sistem bioflok,” jelas Kapolda.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lahan dan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.
Sumber: Humas DPRD Kalsel










