Perekonomian Kalimantan Selatan 2024 Tunjukkan Tren Positif Meski Hadapi Tantangan Global

Surplus ini masih lebih rendah dibandingkan tahun 2023, disebabkan oleh berkurangnya permintaan luar negeri terhadap batubara dan produk kelapa sawit, serta peningkatan impor bahan bakar kendaraan bermotor dan kapal kargo.

Kinerja APBN hingga Desember 2024 tercatat terealisasi sebesar Rp24,40 triliun atau 104,68 persen dari target.

BACA JUGA:Pemprov Kalsel Fokus Tingkatkan Pengalaman Wisata di Kebun Raya Banua pada 2025

Pendapatan APBN ini mengalami pertumbuhan tipis sebesar 1,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh penerimaan pajak dan bea cukai.

Penerimaan dari pajak tercatat sebesar Rp21,43 triliun (100,64 persen dari target), sedangkan penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp0,59 triliun (105,09 persen dari target). Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp2,38 triliun, atau 124,44 persen dari target.

Syafriadi menambahkan bahwa meskipun PNBP mengalami kontraksi sebesar -11,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya, penerimaan dari PPN dan PPnBM mengalami kenaikan sebesar 28,14 persen, mencapai Rp8,39 triliun.

Penerimaan dari PBB juga tercatat cukup baik, mencapai 136,69 persen dari target, meskipun mengalami penurunan sebesar 6,76 persen dibandingkan tahun lalu.

News Feed