BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menunjukkan tren positif meskipun masih menghadapi tantangan global dan domestik, Hingga Desember 2024.
Pertumbuhan ekonomi provinsi ini didorong oleh sektor pertambangan, terutama batubara, yang berkontribusi sebesar 27,32 persen. Di sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih mendominasi PDRB Kalsel dengan angka 42,33 persen.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Dorong Pengembangan Daerah Melalui Lima Kajian Penelitian Strategis di 2025
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Syafriadi, mengungkapkan bahwa meskipun tantangan seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik masih ada, pertumbuhan ekonomi ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tetap terjaga.
“Secara umum, beberapa indikator menunjukkan bahwa perekonomian Kalimantan Selatan tetap positif. Salah satunya adalah inflasi yang tercatat sebesar 1,95 persen (yoy) pada Desember 2024, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,57 persen,” ujar Syafriadi di Banjarmasin, Selasa (21/1/2025).
Di antara lima daerah di Kalsel yang diukur, Kabupaten Tanah Laut mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 2,90 persen (yoy), sementara Kotabaru tercatat terendah dengan inflasi sebesar 0,26 persen (yoy). Penyumbang inflasi terbesar di Kalsel adalah emas perhiasan, ikan gabus, tarif parkir, dan minyak goreng.
Sementara itu, neraca perdagangan Kalsel pada Desember 2024 masih mencatatkan surplus sebesar USD 1.055,27 juta, meskipun mengalami penurunan sebesar 15,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.










