WASHINGTON DC, KALIMANTANLIVE.COM – Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat, langsung membuat gebrakan kontroversial sesaat setelah pelantikannya. Trump berencana mengeluarkan perintah eksekutif yang menghentikan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di seluruh negeri.
Kabar tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat Gedung Putih pada Senin (20/1/2025), sebagaimana dilansir Reuters. Dalam langkah berani tersebut, Trump juga akan menetapkan bahwa pemerintah federal hanya mengakui dua jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan.
# Baca Juga :Terduga Sniper Penembak Calon Presiden AS Donald Trump Dikabarkan Tewas Tertembak di Atas Gedung
# Baca Juga :Breaking News: Calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump Ditembak Saat Kampanye Pilpres AS di Pennsylvania
# Baca Juga :Donald Trump Diperjara, Baru 20 Menit Langsung Bebas, Ternyata Bayar Jaminan Rp 3 Miliar
# Baca Juga :Usai Ditangkap, Donald Trump Hadapi 34 Dakwaan Pemalsuan Catatan Bisnis dan Suap ke Bintang Porno
“Stop Ideologi Gender,” Tegas Trump
Menurut pejabat itu, perintah eksekutif ini akan melarang penggunaan dana federal untuk mempromosikan apa yang disebut sebagai “ideologi gender.” Istilah tersebut sering digunakan untuk merujuk pada pandangan non-tradisional tentang seks dan gender.
“Sebagai bagian dari kebijakan ini, pendanaan pemerintah tidak akan digunakan untuk mendukung prosedur medis terkait transisi gender,” ungkap pejabat Gedung Putih itu.
Namun, langkah ini memicu tanda tanya besar, terutama terkait dampaknya pada militer AS. Pada masa jabatan pertamanya, Trump sempat melarang tentara transgender bertugas di militer, kebijakan yang kemudian dibatalkan oleh Joe Biden saat menjabat pada 2021.
Kontroversi Perintah Eksekutif
Selain isu gender, perintah eksekutif ini juga mencakup serangkaian kebijakan lain, termasuk imigrasi dan energi. Para pejabat Gedung Putih menyebut bahwa kebijakan-kebijakan tersebut telah dipratinjau pada Senin pagi, menjelang pelantikan Trump yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 12.00 waktu setempat atau Senin tengah malam WIB.
Trump Melawan Arus
Keputusan Trump ini menandai langkah signifikan dalam arah kebijakan Amerika Serikat. Dengan sikap tegasnya, Trump tampak ingin mengembalikan pandangan tradisional mengenai gender dan keberagaman, meski hal ini berpotensi memicu reaksi keras dari kelompok-kelompok pendukung hak asasi manusia.
Akankah kebijakan ini memperkuat pendukungnya atau justru memperdalam perpecahan di Amerika? Waktu akan menjawab!
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







