Kadis Sosial PMD Barito Utara : “Dulu Desa Tertinggal Dibantu Sekarang Terbalik”, Kabid Pemdes Infokan “Jaga Desa”

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara, Suparmi A. Aspiani, S. ST, MT di dampingi Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Tri Winarsih, S. STP, M.I.P membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Laporan Kepala Desa se-Kecamatan Teweh Selatan, di Aula Kantor Desa Trahean, Rabu, 22 Januari 2025 Pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Teweh Selatan, Sodik, Kepala Desa (Kades) Trinsing, Yulianto, Kades Trahean, Sugiono, Kades Bintang Ninggi I, Zainudin, Kades Bintang Ninggi II, Kades Pandran Permai, Kades Bukit Sawit, Kades Tawan Jaya, Kades Butong, Kades Pandran Raya dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong para Kades se-Kecamatan Teweh Selatan untuk dapat segera menyusun dan menyerahkan laporan penyelenggaraan pemerintah desanya yang meliputi laporan keuangan desa, laporan pertanggungjawaban dan laporan Angaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

BACA JUGA : PJ Bupati Barito Utara, Dandim 1013 dan Plt Kadis Pertanian Hadiri Launching Penanaman Jagung 1 Juta Hektare

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Barito Utara, Suparmi A. Aspiani mengatakan, sesungguhnya laporan pemerintah desa merupakan indikator penting untuk evaluasi serta bagian dari akuntabilitas dan transparansi yang wajib dilaksanakan secara tertib.

“Yang perlu saya ingatkan, laporan harus diselesaikan supaya tahun berikutnya salur atau cair,” kata Suparmi.

Kegiatan Pembinaan yang digelar Dinsos PMD ini adalah bentuk pembinaan Dinsos PMD yang bersifat mengingatkan sebelum tengat waktu habis.

“Sebab Laporan harus selesai 3 bulan setelah akhir tahun anggaran,” kata Suparmi menerangkan.

Pada kesempatan tersebut, Suparmi juga menyampaikan tentang Pemerintah saat ini yang tidak lagi mensupport desa yang dengan kategori tertinggal, melainkan justru membantu desa yang sudah mandiri. Pola demikian dimaksudkan untuk memacu dan menyemangati desa tertinggal agar berusaha membangun diri.

“Bila dulu Pemerintah membantu desa tertinggal sekarang terbalik, Pemerintah akan membantu Desa mandiri. Tetapi bukan berarti Pemerintah meninggalkan Desa tertinggal,” ungkap Suparmi.

Disampaikannya pula tentang kabar gembira bahwa di Kecamatan Teweh Selatan saat ini terdapat penambahan 3 desa mandiri yaitu Bukit Sawit, Trinsing dan Butong. Dia berharap kedepannya akan terdapat penambahan lagi.

Suparmi juga menganjurkan agar unit usaha yang diadakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) supaya memilih usaha yang logis dan wajar. Tidak memaksakan diri dengan mengadakan usaha yang janggal untuk diadakan di desanya atau yang bersifat muluk-muluk.

Peran BUMDes yang dianjurkan oleh Suparmi salah satunya ialah supaya Desa mengambil peran untuk program nasional makan bergizi gratis.

Adapun Kepala Bidang Pemerintahan Desa Tri Winarsih atau yang akrab disapa mbak Neneng, menekankan kembali agar desa tertib dalam laporannya.