Tuhalus menjelaskan, penanaman akan dilakukan dengan metode campur sari yang memungkinkan pemanfaatan sela-sela lahan untuk meningkatkan produktivitas.
”Langkah ini juga mendukung misi pembangunan daerah dalam menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera secara ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang diharapkan dapat memaksimalkan potensi lahan, termasuk lahan di sela-sela pohon karet, untuk memenuhi kebutuhan jagung pakan ternak.
”Upaya ini ditargetkan mampu meningkatkan kontribusi Kabupaten Balangan dalam penyediaan bahan baku untuk pabrik-pabrik pakan ternak, meskipun saat ini kontribusinya baru mencapai 20 persen,” tutupnya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)
editor : TRI









