Ia juga menyoroti bahwa perempuan dan anak sering kali berada pada posisi paling rentan saat bencana, karena mereka berisiko mengalami berbagai bentuk kekerasan, seperti fisik, psikis, penelantaran, hingga seksual.
Salah satu penyebab utama kekerasan pasca bencana adalah fasilitas pengungsian yang kurang memperhatikan kebutuhan gender, selain mekanisme distribusi bantuan yang kurang sensitif terhadap kelompok rentan.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Dukung Swasembada Pangan dengan Penanaman Jagung Serentak di 120 Hektare
DPPPA-KB Kalsel juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban bencana, khususnya perempuan dan anak, untuk membantu mereka pulih secara emosional.
“Langkah ini penting untuk memastikan perempuan dan anak tidak hanya mendapat perlindungan fisik tetapi juga dukungan psikologis yang memadai,” tutup Mawarni.
Sumber: MC Kalsel
Editor: Elpian







