KALIMANTANLIVE.COM – Harga gabah kering panen (GKP) resmi naik menjadi Rp 6.500 per kilogram! Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.
Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufiq, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) tetap stabil dan menciptakan keseimbangan pangan yang menguntungkan masyarakat.
# Baca Juga :Bukti Nyata Bina Warga Binaan, Lapas Tanjung Panen 30 Kilogram Terong dan Kembang Kol
# Baca Juga :Kucuran CSR Balangan Coal, Ponpes Riyadhul Muhibbin Bungin Sukses Panen Ikan Nila
# Baca Juga :Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Balangan Panen Cabai di Desa Murung Jambu
# Baca Juga :Hari Ke-2 Sambut Tahun Baru 2025 Kodim 1013 Muara Teweh, Keluarga Prajurit dan Wartawan Panen Hadiah
“(Langkah ini) agar cadangan beras pemerintah tetap terjaga dengan baik serta menciptakan stabilitas pangan yang menguntungkan bagi masyarakat,” ujar Marga dalam siaran persnya, Kamis (23/1/2025).
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam kegiatan sosialisasi pengadaan gabah dan beras 2025 yang berlangsung di Gedung Graha Sativa, Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur, Surabaya, Rabu (22/1/2025).
Harga Baru yang Berpihak pada Petani
Dalam kegiatan tersebut, diumumkan bahwa Bulog menetapkan harga pembelian GKP di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram. Harga ini berlaku untuk gabah dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen, sesuai keputusan terbaru dari Kepala Badan Pangan Nasional.
Keputusan tersebut diharapkan mampu memberikan harga lebih baik bagi petani, mendorong produksi padi nasional, dan memperkuat ketahanan pangan.
Sinergi Bulog, TNI, dan KTNA untuk Petani
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin, Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Heri Susanto, dan Ketua KTNA Jawa Timur Sumrambah.
Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin menyatakan kesiapan TNI mendukung pengadaan gabah dan beras sebagai langkah swasembada pangan nasional.
“Kami siap mendukung pelaksanaan pengadaan gabah dan beras pada 2025 guna mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat,” tegas Rudy.
Wakil Asisten Teritorial KSAD Heri Susanto menambahkan bahwa TNI AD telah aktif mendampingi petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, Bulog dapat menyerap hasil panen petani secara maksimal dan menjadikannya sebagai cadangan pangan pemerintah,” ungkap Heri.










