KALIMANTANLIVE.COM – Bencana kebakaran dahsyat kembali melanda California, Amerika Serikat. Titik api yang muncul pada Selasa (21/1/2025) di wilayah San Diego meluas dengan cepat, menghanguskan ribuan hektar lahan hingga memicu peringatan bendera merah, simbol risiko kebakaran ekstrem.
Kebakaran di San Diego bermula di area selatan Pala Mesa, California, tepatnya dekat Old Highway 395 dan Lilac Road. Kobaran api yang terjadi sejak dini hari itu memaksa evakuasi besar-besaran, pemadaman listrik, hingga penutupan sekolah. Situasi ini semakin parah dengan angin kencang berkecepatan 164 km/jam yang menyapu wilayah tersebut.
# Baca Juga :Kebakaran Hebat di Glodok Plaza! Barang Elektronik dan Tabung Gas Diduga Pemicu Rentetan Ledakan
# Baca Juga :Kebakaran Hebat di Gudang Golden House Banjarmasin, Polresta Terjunkan Labfor Usut Penyebab!
# Baca Juga :Kebakaran Hebat Gudang Ban Bekas di Cempaka Raya! Warga Panik dan Evakuasi Barang Berharga
# Baca Juga :Kebakaran Hebat Terjadi di Simpang Empat Tanah Bumbu, 50 Rumah Warga Luluh Lantak
San Diego Terbakar, Empat Titik Api Lahirkan Kekacauan
Dikutip dari USA Today, empat titik kebakaran besar terjadi di San Diego County pada hari yang sama. Kebakaran Lilac menjadi yang terbesar, melahap 85 hektar lahan dan memaksa evakuasi ratusan warga dari komunitas Bonsall. Hingga Selasa sore, petugas pemadam kebakaran baru berhasil mengendalikan 50 persen api, meski sudah menurunkan lebih dari 200 personel.
Kebakaran Pala yang terjadi di utara Pala Mesa membakar 17 hektar lahan sebelum berhasil dipadamkan. Sementara itu, Kebakaran Riverview di wilayah lain hanya membakar satu hektar lahan. Namun, Kebakaran Friars di Mission Valley menciptakan kekacauan dengan memutus aliran listrik bagi lebih dari 64.000 rumah dan bisnis.
Kobaran Api Menjalar ke Danau Castaic
Belum selesai upaya pengendalian di San Diego, titik api baru muncul di Danau Castaic, Los Angeles County, pada Rabu (22/1/2025). Kebakaran yang disebut “Kebakaran Hughes” ini membakar lebih dari 9.400 hektar lahan semak belukar. Beruntung, sejauh ini belum ada laporan bangunan hancur akibat kebakaran tersebut.
Namun, embusan angin timur laut yang berkecepatan hingga 42 mph terus mempersulit upaya pemadaman dan meningkatkan risiko kebakaran baru. Akibatnya, ribuan warga, termasuk narapidana di penjara, harus dievakuasi.







