Anggaran murni menurutnya terbatas dengan pagu, oleh karenanya dengan bantuan dari Anggota Dewan yang terhormat melalui pokir (Pokok Pikiran) dapat lebih efektif membantu.
Ia juga agak merasa sedih menyaksikan pusat budidaya seperti di Trinsing yang seperti kurang maksimal operasionalnya juga pada produksi bibitnya saat ini.
Tentang keadaan perikanan diperairan lokal Barito Utara, Siswandoyo menyampaikan beberapa masalah seperti keberadaan Udang Galah. Dahulunya banyak tetapi sekarang berkurang dengan sangat drastis sekali karena kegiatan meracun ikan dan setrum listrik, ungkap dia dengan kecewa.
Siswandoyo juga menyampaikan kegiatan kerja pihaknya seperti patroli rutin 2 bulan sekali untuk pencegahan illegal fishing bekerjasama dengan aparat keamanan.
“Selain itu kami juga mengupayakan 3 bulan sekali melakukan restocking (menyebarkan bibit ikan) endemik (ikan lokal),” kata Siswandoyo menutup wawancara santai ini.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor








