MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Program Ketahanan Pangan Nasional yang menjadi program utama Pemerintah RI saat ini sedang gencar digerakkan dibeberapa daerah di Indonesia tanpa terkecuali di Barito Utara.
Beberapa hari yang lalu, melalui kegiatan berskala nasional, yakni secara virtual yang terhubung hingga ke Kepolisian tingkat Kabupaten, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dan Kementrian Pertanian RI meluncurkan gerakan Penanaman Jagung Serentak 1 Juta hektare di Indonesia.
Polres Kabupaten Barito Utara turut menjadi bagian dalam acara seremonial launching program tersebut, sebagai simbol pembukaan kegiatan penanaman jagung di wilayahnya.
BACA JUGA : PJ Bupati Barito Utara, Dandim 1013 dan Plt Kadis Pertanian Hadiri Launching Penanaman Jagung 1 Juta Hektare
Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas terkait turut serta mendukung program ketahanan pangan untuk mencapai target swasembada pangan demikian pula unsur seperti TNI.
Dukungan perangkat Pemerintah Daerah lainnya juga dilakukan seperti oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Barito Utara. Lantas, apa saja bentuk dukungan lembaga dengan nama instansi “Ketahanan Pangan” ini?
Wartawan Kalimantan Live menemui Kepala Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Utara, H. Siswandoyo di ruang kerjanya, Kamis, 23 Januari 2025 Pagi.
Awak media ini disambut dengan baik oleh pejabat Kepala Dinas yang dikenal ramah kepada siapa saja ini.
Sambil menikmati hidangan minuman segar yang disuguhkan, awak media ini mengajukan beberapa pertanyaan berkait hubungan lembaganya dengan program ketahanan pangan nasional saat ini.
H. Siswandoyo pun menjelaskan beberapa peran dinasnya untuk program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, yang bukan pada bagian teknis.
“Untuk ekstentifikasi (memperluas) ada di Dinas pertanian. Peran kita hanya pada data-data informasi rantai pasok dan jaringan distribusi,” jelas Siswandoyo.
Peran lainnya menurutnya adalah melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang ketahanan pangan. Menyiapkan bahan untuk analisis di bidang distribusi, cadangan pangan, pasokan dan harga pangan.
“Selain itu melakukan pengawasan mutu, peredaran, dan pengendalian penyediaan benih perikanan” jelasnya.
Menjawab pertanyaan mengenai rencana kerja pada sektor perikanan yang memang secara spesifik ditangani oleh Dinasnya, H. Siswandoyo menjelaskan, saat ini pihaknya hanya mampu melakukan pembenahan-pembenahan dan berusaha menambah produksi bibit ikan dan ikan konsumsi yang melibatkan masyarakat pembudidaya ikan dan nelayan.
“Membenahi misal kolam banyak yang bocor. Kalau menyuplai kebutuhan bibit untuk masyarakat kita belum bisa memenuhi semuanya, masih ada beberapa pembudidaya yang mendatangkan bibit dari luar daerah. Seperti patin, jelawat dan lele kita juga belum bisa. Produksi bibit yang bisa kita sediakan masih sebatas ikan nila, ikan mas, gurami (kalui) dan Betok (papuyu),” ungkap Siswandoyo.
Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara ini, kendala yang paling terasa dihadapi pihaknya adalah kekurangan tenaga, sarana prasarana dan anggaran operasional.
“Terkait ketenagaan semoga sudah bisa diatasi dengan rekrutmen CPNS dan PPPK tahun lalu, aktif bekerja sekira bulan Maret atau April,” harap Siswandoyo.
Ditambahkannya, sejak Tahun 2019 s/d 2023 untuk operasional Balai Benih Ikan sangat terbatas. Baru tahun 2024 melalui pendekatan pimpinan serta Pokir Anggota Dewan ada penambahan anggaran operasional serta pembenahan kantor dan sarana prasarana lainnya,” tuturnya.








