Tragedi Kebakaran Hotel Mewah Turkiye Tewaskan 76 Orang, Korban Sebut Tak Ada Alarm dan Tangga Darurat

BOLU, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah kebakaran dahsyat melanda hotel mewah Grand Kartal di resor ski Kartalkaya, Turkiye, pada Selasa (21/1/2025) dini hari. Tragedi ini menewaskan 76 orang dan melukai 51 lainnya, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Berikut kronologi lengkap kejadian berdasarkan laporan resmi dan kesaksian korban:

Awal Mula Kebakaran
Menurut Menteri Dalam Negeri Turkiye, Ali Yerlikaya, api mulai berkobar pada pukul 03.27 waktu setempat. Lokasi kebakaran adalah Grand Kartal, hotel 12 lantai yang berada di puncak gunung Kartalkaya, sekitar 40 kilometer dari Kota Bolu.

# Baca Juga :Inferno California: Kebakaran Hebat Landa San Diego dan Los Angeles, Puluhan Ribu Hektar Hangus!

# Baca Juga :Kebakaran Hebat di Glodok Plaza! Barang Elektronik dan Tabung Gas Diduga Pemicu Rentetan Ledakan

# Baca Juga :Kebakaran Hebat di Gudang Golden House Banjarmasin, Polresta Terjunkan Labfor Usut Penyebab!

# Baca Juga :Kebakaran Hebat Gudang Ban Bekas di Cempaka Raya! Warga Panik dan Evakuasi Barang Berharga

Beberapa laporan media menyebutkan api diduga berasal dari restoran di lantai empat, meski penyebab pastinya belum dikonfirmasi. Korban selamat mengatakan, bau asap sudah tercium sejak pukul 02.30 dini hari, namun petugas pemadam baru tiba satu jam setelahnya.

Meski Yerlikaya menegaskan 428 petugas pemadam kebakaran dengan 156 kendaraan tiba dalam waktu 45 menit, banyak korban mengaku respons dianggap terlambat.

Jumlah Korban dan Situasi Hotel
Hotel ini tengah dalam masa puncak kunjungan musim dingin, dengan 238 tamu menginap. Harga kamar mewah di Grand Kartal mencapai 30.000 lira Turkiye (sekitar Rp 13,68 juta) per malam.

Jumlah korban tewas mencapai 76 orang, dengan 56 nama sudah diidentifikasi hingga Selasa malam. Tragisnya, 14 korban berasal dari satu keluarga. Dari 51 korban luka-luka, 34 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk satu pasien dalam perawatan intensif (ICU).

Kesaksian Mengerikan Para Korban
Beberapa korban selamat memberikan kesaksian yang mencengangkan. Mereka menyebut tidak ada alarm kebakaran yang berbunyi, detektor asap tidak berfungsi, dan tangga darurat sulit diakses.

“Saya melihat orang-orang melompat keluar jendela dengan seprai diikat seperti tali. Mereka berteriak minta tolong,” ungkap salah satu saksi.

Namun, Menteri Pariwisata Turkiye Nuri Ersoy membantah tudingan ini, menyebut hotel sudah lulus inspeksi keselamatan kebakaran pada 2021 dan 2024.