Pj. Bupati Tanah Laut, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa banjir ini sudah menjadi permasalahan yang berulang, terutama karena aliran air dari Kabupaten Banjar sering berhenti di wilayah Kurau akibat terbatasnya saluran pembuangan.
“Banjir mulai terjadi pada Selasa, 21 Januari 2025, sekitar pukul 02.00 WITA. Sebagian besar wilayah Kurau terdampak, dengan ketinggian air mencapai 78 sentimeter di beberapa titik,” ujar Syamsir Rahman.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Laksanakan Pelatihan Operasi Otologi, Demi Tingkatkan Kompetensi Otologi
Ia menambahkan, 50 persen wilayah Kecamatan Kurau terendam banjir, dengan 1.455 rumah terdampak di Kecamatan Bati-bati (8 desa), Bumi Makmur (9 desa), dan Kurau (6 desa).
“Warga Kurau terpaksa menerima kondisi ini setiap tahun. Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan solusi jangka panjang untuk menanggulangi bencana ini,” tutupnya.
Sumber: Adpim







