Panen Gagal Akibat Banjir, Pemprov Kalsel Siap Berikan Bantuan Benih dan Bibit kepada Petani

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel siap berikan bantuan benih dan bibit bagi para petani yang gagal panen akibat terdampak banjir.

Disampaikan, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M Syarifuddin saat memimpin bakti peduli banjir di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, bahwa pemerintah provinsi sangat memperhatikan sektor pertanian dan demi keberlangsungan serta ketersediaan pangan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada para petani.

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Banjir di Kecamatan Kurau, Plh Sekda: Jangan Lihat Isinya!

# Baca Juga :Warga di Batola Terisolasi Hingga Harus Gunakan Perahu, 17 Kecamatan Lumpuh Akibat Banjir

# Baca Juga :Jadi Penyebab Banjir, Bangunan Median Jalan di Sungai Paring Kotabaru Dibongkar Warga

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Siapkan Bantuan Benih dan Bibit untuk Petani Terdampak Banjir

”Terkait sawah yang terdampak, apabila ada yang terdampak akan diberikan lagi bibit supaya masyarakat yang terdampak bisa menanam kembali,” kata Syarifuddin, usai meninjau banjir di Tanah Laut, Minggu (26/1/2025).

Serupa dengan yang disampaikan Plh Sekdaprov Kalsel, Pj Bupati Tanah Laut sekaligus Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menuturkan, untuk menjaga produksi padi di Kalimantan Selatan sebagai penyadang pangan nasional tetap terjaga pihaknya sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin akan memberikan bantuan benih atau bibit bagi para petani yang gagal panen akibat terdampak banjir.

”Pa Gubernur memberikan arahan untuk memberikan bantuan benih atau bibit kembali, agar setelah banjir mata pencaharian mereka yang bertani bisa kembali,” ucapnya.

Ia menjelaskan, jika ada 5 ribu yang mengalami puso atau gagal panen akibat banjir yang mestinya bisa panen 4 ton perhektar maka ada sekitar 20 ribu ton yang akan hilang.

”Kalau 20 ribu ton yang hilang, itu adalah satu kali musim yang hilang tanam. Untuk itu, ini setelah surut kembali kita harus cepat tanam kembali untuk mengejar sisa waktu untuk mereka agar bisa penen kembali,” katanya.

Syamsir menuturkan, sesuai arahan Menteri Pertanian agar dapat segera mengidentifikasi dan mengamankan yang siap panen pada saat kondisi seperti saat ini.