“Kecamatan yang paling parah adalah Mandastana dan Jejangkit. Di Jejangkit, seperti Desa Bahandang dan Desa Sampurna, air masih sangat dalam, sehingga akses kendaraan bermotor tidak memungkinkan. Warga hanya bisa menggunakan perahu motor,” bebernya.
Situasi ini membuat aktivitas warga terhenti. Beberapa desa terisolasi, dan bantuan hanya bisa dikirim melalui jalur air.
Siregar mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Hingga kini, pihak BPBD terus memantau perkembangan kondisi banjir di wilayah Batola.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI










