DNA Bebek Ditemukan di Mesin Pesawat Jeju Air! Penyebab Kecelakaan Tragis Masih Misterius

KALIMANTANLIVE.COM – Penyelidikan terbaru atas kecelakaan tragis pesawat Jeju Air pada akhir Desember 2024 mengungkap temuan mengejutkan: DNA bebek migrasi ditemukan di kedua mesin pesawat. Temuan ini menjadi sorotan dalam upaya mengungkap penyebab insiden maut yang menewaskan 179 dari 181 penumpang dan kru.

DNA Bebek Baikal di Mesin Boeing 737-800
Menurut laporan awal yang dirilis pada Senin (27/1/2025), terdapat DNA dari itik Baikal, spesies bebek migrasi yang sering ditemukan di Korea Selatan saat musim dingin. Otoritas setempat menduga burung-burung ini mungkin berperan dalam kerusakan mesin pesawat Boeing 737-800.

# Baca Juga :Viral, Video Penumpang Pesawat Jatuh di Kazakhstan Selamat dengan Bertakbir dan Bersyahadat

# Baca Juga :AJAIB! Pesawat Jatuh, 3 Anak & 1 Balita Selamat Setelah 40 Hari Hilang di Hutan Belantara Kolombia

# Baca Juga :Pasawat Jeju Air Jatuh Tewaskan 177 Orang, Korsel Nyatakan Berkabung Nasional 7 Hari

# Baca Juga :Tiga Kecelakaan Pesawat dalam 24 Jam: 167 Tewas di Korsel, di Norwegia 182 Nyawa Selamat

Namun, laporan sepanjang enam halaman tersebut belum memberikan kesimpulan pasti terkait penyebab utama kecelakaan, termasuk apakah tabrakan burung menjadi faktor utama dalam kegagalan mesin.

Kronologi Singkat Kecelakaan Jeju Air
Kecelakaan tragis ini terjadi pada 29 Desember 2024, ketika pesawat Jeju Air yang terbang dari Bangkok, Thailand, mengalami gangguan roda pendaratan saat mendarat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan.

Akibat roda pendaratan yang tidak keluar, pesawat tergelincir di landasan pacu dan menghantam dinding beton bernama localiser, alat navigasi untuk membantu pesawat mendekati landasan.

Tabrakan ini menyebabkan kebakaran dan ledakan parsial, dengan bagian depan pesawat berserakan hingga 200 meter dari lokasi tabrakan. Tragisnya, hanya dua orang yang selamat dari 181 penumpang dan kru.