SAMARINDA, KALIMANTANLIVE.COM – Peringatan Isra Mi’raj di Kalimantan Timur memiliki daya tarik tersendiri karena dirangkai dengan tradisi unik, yaitu doa haul abah Guru Sekumpul. Tradisi ini menjadi ciri khas yang membedakan perayaan di wilayah ini dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, KH. Muhammad Rasyid, menjelaskan bahwa haul Guru Sekumpul menjadi momen istimewa bagi umat Islam di Kalimantan Timur.
# Baca Juga :Arus Balik, Posko Rest Area Jalan Batulicin-Banjarbaru KM 62 Ramai Disinggahi Jamaah Haul Abah Guru Sekumpul
# Baca Juga :Di Sungai Loban Ternyata Jamaah Haul Abah Guru Sekumpul Dapat Fasilitas Ini
# Baca Juga :Sewaktu Memantau Posko Rest Area Haul Abah Guru Sekumpul, Ini Komentar Sekda Tanbu
# Baca Juga :Sekdaprov Kalsel Tinjau Posko Singgah Warung Gratis untuk Haul Abah Guru Sekumpul
“Di Kalimantan Timur, Isra Mi’raj tidak hanya dirayakan secara tradisional, tetapi juga diselaraskan dengan doa haul Guru Sekumpul. Tradisi ini menjadi kekhasan yang jarang ditemukan di tempat lain,” ujar KH. Muhammad Rasyid, Senin (27/1/2024).
Haul Guru Sekumpul Tarik Jutaan Umat Muslim
Haul Guru Sekumpul yang kini memasuki tahun ke-20 selalu menjadi magnet bagi umat Muslim. Setiap tahun, lebih dari 4 juta orang dari berbagai penjuru datang untuk mengenang ulama besar asal Kalimantan Selatan ini.
“Ini adalah bukti nyata penghormatan luar biasa masyarakat terhadap Guru Sekumpul. Beliau adalah salah satu ulama besar yang sangat dicintai,” tambahnya.
Kegiatan keagamaan di Samarinda dan Kalimantan Timur pun berjalan kondusif tanpa kendala berarti, memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir untuk beribadah.
“Alhamdulillah, di Samarinda, semuanya berjalan lancar tanpa hambatan apa pun,” tegasnya.
Pesan Nilai Keislaman dari Isra Mi’raj
KH. Muhammad Rasyid juga menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi untuk menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, Isra Mi’raj ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus mengamalkan ilmu dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.







