“Kondisinya sangat mengenaskan. Adik saya tidak mampu bicara dengan jelas, tubuhnya lemah, rambut penuh kutu. Kami hanya bisa menahan emosi agar tidak membuat dia semakin down,” ungkap Purwanto.
Polisi Turun Tangan
Kasus ini kini sedang dalam penanganan Polrestabes Palembang setelah keluarga korban melaporkan WS atas dugaan KDRT berat yang menyebabkan kematian. Purwanto berharap agar pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa SI.
“Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya, agar tidak ada lagi korban yang mengalami nasib seperti adik saya,” harapnya.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya perhatian lingkungan sekitar terhadap tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga agar korban dapat segera diselamatkan.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







