DRAMA BARITO PUTERA! Mendadak Pecat RD Jelang Kick-off Lawan Persebaya, Lalu Rekrut Vitor Tinoco

KALIMANTANLIVE.COM – Barito Putera mencetak kemenangan luar biasa 3-0 atas Persebaya Surabaya dalam laga panas Liga 1 2024/25 di Stadion Dipta, Gianyar, Sabtu (25/1/2025) malam WIB. Namun, kemenangan ini justru dibayangi drama besar: pemecatan mendadak pelatih Rahmad Darmawan hanya tiga jam sebelum pertandingan dimulai!

Rahmad Darmawan Dipecat Jelang Kick-off!
Keputusan mengejutkan ini diumumkan manajemen Barito Putera hanya beberapa jam sebelum laga. Vitor Tinoco resmi ditunjuk sebagai pelatih baru, sementara Frans Sinatra Huwae dipercaya sebagai caretaker melawan Persebaya.

# Baca Juga :Lepas Youssef Ezzejjari, Barito Putera Rekrut 2 Bek Berpengalaman Renan Alves dan Anderson Nascimento

# Baca Juga :BREAKING NEWS – Barito Putera Kalah Kontroversial, Rahmad Darmawan Bongkar Skandal 12 Pemain PSM!

# Baca Juga :Jadwal Liga 1 Hari Ini: Barito Putera Tantang Persib Bandung, Siapkah Sang Juara Bertahan?

# Baca Juga :Barito Putera Siap Gaet Bek Andalan Asal Brasil dalam Bursa Transfer Mendatang

“Terima kasih Coach Rahmad Darmawan atas cinta dan dedikasi yang telah diberikan untuk Barito Putera. Semoga sukses selalu menyertai langkah berikutnya,” bunyi pernyataan resmi klub.

CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan bahwa keputusan ini berlandaskan prinsip kekeluargaan yang dipegang klub. “Pesan Abah dan Mama, sekali keluarga Barito, selamanya keluarga,” ujarnya.

Vitor Tinoco bukan orang asing bagi Barito Putera. Sebelumnya, ia menjabat sebagai pelatih fisik klub dari 2017 hingga 2020 sebelum berkarier di Persik Kediri. Kini, ia kembali dengan misi menyelamatkan tim dari keterpurukan.

Barito Mengamuk, Persebaya Dibantai 3-0!
Meski dihantui ketidakpastian, Barito Putera tampil garang sejak menit awal. Matias Mier menjadi bintang kemenangan dengan mencetak hat-trick (8’, 23’, 90’).

Sebaliknya, Persebaya justru semakin terpuruk dengan kekalahan keempat beruntun. Pelatih Paul Munster kini dalam tekanan besar, dengan Bonek mulai kehilangan kesabaran atas performa buruk tim kebanggaan mereka.