Gubernur Kalsel Tinjau Masjid Sabilal Muhtadin, Rancang Penataan Ulang dan Evaluasi Kontribusi Sekolah & SPBU

Ia mengusulkan agar gedung tersebut dialihfungsikan menjadi tempat wudu, WC, kamar mandi, serta area penyimpanan sandal dan sepatu yang terpisah untuk pria dan wanita.

Sementara itu, Sekretariat MUI Kalsel dan BAZNAS diwacanakan untuk dipindahkan ke area samping flyover atau eks Kantor Dinas Perhubungan Rakyat Provinsi Kalsel.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Siapkan Anggaran Perbaikan Jalan Akibat Banjir

Di bagian dalam masjid, H. Muhidin meminta agar atap yang bocor segera diperbaiki, serta fasilitas lain yang rusak dapat segera direnovasi demi kenyamanan jamaah.

Selain perbaikan infrastruktur, H. Muhidin juga menyoroti kontribusi keuangan dari sekolah dan SPBU yang berada di kawasan masjid.

Menurutnya, dana yang diterima pengelola masjid dari sekolah hanya sekitar Rp3 juta per bulan (Rp36 juta per tahun) ditambah Rp10 juta per tahun ke Pemerintah Provinsi Kalsel, angka yang dinilainya tidak sepadan dengan nilai aset dan nama besar Sabilal Muhtadin.

Begitu pula dengan kontribusi dari SPBU, yang saat ini hanya sekitar Rp26 juta per bulan. Ia menyatakan akan mengevaluasi kembali angka tersebut agar lebih seimbang.