MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Perkembangan masalah gas LPG 3 Kg di Muara Teweh yang kerap langka dan mahal akhirnya menjadi agenda sidang Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Barito Utara, Senin, 30 Januari 2025.
Dilaksanakan di gedung DPRD Kabupaten Barito Utara jalan A. Yani Muara Teweh, rapat berlangsung serius dan hangat. Dihadiri 14 dari 25 jumlah anggota DPRD Barito Utara.
Hadir pula perwakilan Pj Bupati Barito Utara, H. Gazali Montalatua, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Dewi Handayani, Para Camat, Perusahaan Daerah (Perusda) serta beberapa pimpinan Agen gas LPG yang diundang untuk hadir.
BACA JUGA : Wartawan dan Wakil Ketua DPRD Barito Utara Kumpul Bareng, Diskusi Pers Sehat Hingga LPG 3 Kg
Tanpa dihadiri Ketua DPRD Barito Utara dan para Wakil Ketuanya, rapat dipimpin langsung oleh anggota DPRD setempat yang dikenal intelektual dan kritis, Dr. H. Tajeri dari fraksi Partai Gerindra Barito Utara.
Menariknya, dalam rapat kali ini kritik yang sangat tajam justru datang dari pendatang baru di DPRD Barito Utara dan juga tokoh NU (Nahdatul Ulama) setempat, H. Al Hadi.
Setelah menyimak pemaparan beberapa peserta sidang, H. Al Hadi justru mengaku tidak juga menemukan inti sari permasalahan yang sebenar-benarnya mengenai tabung gas bersubsidi ini.
“Dari pembicaraan ini saya masih belum tergambar apa penyebab permasalahan sebenarnya,” kata H. Al Hadi.
Kemudian anggota DPRD dari fraksi PKB ini langsung “membidik” Agen Gas LPG 3 Kg yang diundang ke DPRD namun tidak hadir saat RDP. Diketahui, dari 4 Agen yang ada di Barito Utara hanya ada satu Agen yang tidak hadir.
“Rapat hari ini saja ada berapa Agen yang tidak hadir? Itu DPRD harus memberikan peringatan ini, diundang saja tidak hadir” tegas H. Al Hadi dengan nada tegas.
Al Hadi merasa Pemerintah Daerah seperti tak berdaya menghadapi pemain gas LPG saat ini. Maka sekarang harus didapatkan solusi yang kongkrit dan efektif tegasnya.
Ia membandingkan pula dengan di Banjarmasin, satu pangkalan hanya mendapat jatah 200 tabung saja dan disana sudah menggunakan aplikasi kata Al Hadi.
“Disana sudah terintegrasi melalui aplikasi. Bagi yang sudah dapat gas ia tidak akan bisa lagi dapat dari pangkalan lain,” terangnya.







