BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM terus berupaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan meluncurkan Program Pembinaan UMKM 2025.
Program ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui digitalisasi, pelatihan keterampilan, serta fasilitasi perizinan dan akses pasar domestik maupun ekspor.
BACA JUGA: Peduli Masyarakat Terdampak Banjir, Pemprov Kalsel Salurkan 5,5 Ton Beras Cadangan
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi nasional “Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” serta visi Gubernur Kalsel “KALSEL BEKERJA” yang berfokus pada keberlanjutan, budaya, religiusitas, dan kesejahteraan menuju Gerbang Logistik Kalimantan.
“Program ini mencakup berbagai inisiatif utama seperti pelatihan digitalisasi, pencatatan dan pelaporan keuangan digital, serta pelatihan desain dan pengemasan produk UMKM,” ujar Yanuar dalam pertemuan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel, Kamis (30/1/2025).
Selain itu, program ini juga mencakup peningkatan akses teknologi bagi UMKM, pelatihan branding dan digital marketing, serta manajemen mutu dan kewirausahaan bagi wirausaha pemula.
Dalam aspek permodalan dan legalitas, pemerintah akan memberikan pendampingan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR), perizinan usaha seperti NIB, sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta pendirian rumah kemasan dan klinik UMKM guna meningkatkan kualitas produk.







