Guru Tari di Kediri Dimutilasi Pasangan Gay, Polisi Gunakan Google Maps Telusuri Jejak Korban

KALIMANTANLIVE.COM – Warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, dibuat geger dengan penemuan koper mencurigakan di tepi Sungai Lahar pada 3 April 2019.

Saat diperiksa, koper tersebut ternyata berisi mayat pria tanpa kepala, yang kemudian diidentifikasi sebagai Budi Hartanto (28), seorang guru honorer sekaligus pengajar seni tari di Kediri.

Penemuan itu berawal saat seorang warga bernama Imam Khoiri yang sedang mencari rumput melihat sebuah koper hitam tergeletak di semak-semak. Dia mengira koper itu berisi pakaian, Imam memanggil warga lain, Agus, untuk membantu memeriksanya.

# Baca Juga :Maut di Jatinangor! Hyundai Merah Hantam Lima Korban, Satu Tewas di Tempat!

# Baca Juga :Tragis! Ibu Muda di Palembang Tewas Setelah Disekap Suami Berbulan-Bulan Hingga Kurus Kering

Namun, sebelum koper itu dibuka, mereka dikejutkan dengan sebagian kaki manusia yang menyembul dari resleting. Kaget dan ketakutan, mereka langsung melapor ke perangkat desa dan pihak kepolisian.

Saat koper dibuka oleh polisi, isinya adalah sesosok mayat pria dalam kondisi mengenaskan—tanpa busana dan tanpa kepala. Identitas korban akhirnya terungkap melalui sidik jari, menunjukkan bahwa korban adalah Budi Hartanto, warga Kelurahan Tamanan, Mojoroto, Kediri.

Polisi segera melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri riwayat perjalanan korban melalui Google Maps.

Hasilnya, pada 12 April 2019, polisi menangkap dua pelaku pembunuhan sadis ini, yaitu Aris Sugianto dan Azis Prakoso, warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Blitar.

Aris, yang bekerja sebagai penjual nasi goreng, diketahui menjalin hubungan asmara sejenis dengan korban. Mereka pertama kali berkenalan melalui aplikasi Hornet, sebuah aplikasi kencan untuk kaum gay.