BARABAI, KALIMANTANLIVE.COM – Momen bahagia berubah menjadi tragedi! Seorang kepala sekolah di Hulu Sungai Tengah (HST) menghembuskan nafas terakhir setelah dianiaya menggunakan senjata tajam saat hendak melamar seorang janda. Pelaku, MA (25) alias Ugon, yang sempat kabur ke Kotabaru akhirnya berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengonfirmasi bahwa tersangka MA ditangkap di Kotabaru dengan bantuan Polda Kalsel dan Polres Kotabaru. “Sudah berhasil ditangkap, sedang dalam perjalanan menuju Polres HST,” ujar Jupri kepada wartawan di Barabai, Kamis (30/1/2025).
# Baca Juga :Polres HST Pelaku Kasus Pembunuhan 2019 Lalu, AKBP Jimmy: Diciduk di Paser Utara Kaltim
# Baca Juga :Meriahkan Hari Bhayangkara, Digelar Lomba Panahan Horsebow Kapolres HST Cup 2022
Insiden ini terjadi di Desa Banua Kupang, Kecamatan Labuan Amas Utara, HST, pada Senin (27/1/2025) sekitar pukul 19.00 WITA. Korban, BI (50), yang merupakan Kepala SDN 2 Mantaas, datang ke rumah wanita berinisial RM untuk melamar janda anak satu tersebut. Namun, acara lamaran itu berubah menjadi momen mengerikan ketika MA tiba-tiba datang dengan penuh kemarahan.
Menurut informasi, MA sebelumnya menjalin hubungan asmara dengan RM, namun kisah cinta mereka kandas. Diduga tak terima mantan kekasihnya akan dilamar orang lain, MA mendatangi rumah RM sambil berteriak meminta korban keluar.
Pihak keluarga RM sempat melarang korban keluar rumah, namun BI tetap memilih menghadapi MA. Tanpa ampun, MA yang sudah bersiap dengan sebilah parang langsung menganiaya korban hingga meregang nyawa.







