Pemprov Kalsel Komitmen Menjaga Inflasi Daerah Tetap Stabil dan Sesuai Target Nasional

Tak Berkategori

Sebaliknya, inflasi tahunan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan kontribusi inflasi sebesar 1,07%, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), dan cabai rawit.

“Dalam Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ke-5 Januari 2025, sebanyak 35 provinsi mengalami kenaikan IPH, sedangkan tiga provinsi mencatatkan penurunan. Komoditas yang paling berpengaruh terhadap IPH di sebagian besar provinsi adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras,” terang Amalia.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Tanam 800 Bibit Eucalyptus Alba di Forest City Banjarbaru

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau seluruh kepala daerah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga, terutama menjelang bulan Ramadan.

Sebagai tindak lanjut dari rakor ini, Sutikno menegaskan komitmen Pemprov Kalsel dalam memantau harga kebutuhan pokok melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel.

Diharapkan, langkah ini dapat meminimalisir potensi kenaikan harga yang dapat berdampak pada inflasi daerah.

Selain membahas pengendalian inflasi, rakor ini juga mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Kerja Sama Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan di Daerah.

Kerja sama ini melibatkan Menteri Dalam Negeri, Jaksa Agung, Kapolri, Ketua KPK, dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, sebagai upaya sinergi dalam meningkatkan pengawasan terhadap perizinan di daerah.

Sumber: Adpim