KALIMANTANLIVE.COM – Persib Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 46 poin hingga pekan ke-21. Dominasi Maung Bandung semakin sulit dikejar oleh dua rivalnya, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, yang justru terseok-seok mengumpulkan poin.
Persib unggul 7 angka dari Persija yang bercokol di posisi kedua dengan 39 poin, sementara Persebaya semakin tertinggal di urutan ketiga dengan 38 poin. Kondisi ini membuat peluang kedua tim tersebut untuk menyalip Persib kian menipis.
# Baca Juga :Klasemen Liga 1: Persib Kokoh di Puncak, Persija dan Persebaya Membayangi, Bali United Tundukkan Borneo FC
# Baca Juga :KLASEMEN Liga 1: PSIS Pesta Gol, Semen Padang Comeback Dramatis, Persis Vs Persija Hujan Gol!
# Baca Juga :Klasemen Liga 1 Terbaru: Persib Kian Kokoh di Puncak, Madura United Terpuruk ke Dasar
# Baca Juga :Klasemen Liga 1 Terbaru: Persis Solo Bangkit, Semen Padang Terjerembab ke Zona Merah!
Pelatih Persija, Carlos Pena, mengungkapkan target utama timnya adalah finis di empat besar. “Target tim ini empat besar. Itu yang saya mau kalian semua tahu,” ujarnya usai laga kontra PSBS Biak pada Minggu (2/2/2025). Namun, langkah Persija semakin berat setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan PSBS Biak. “Kami harus melihat kesiapan pemain dan menganalisis kekuatan lawan,” imbuh Pena.
Sementara itu, Persebaya semakin terpuruk dengan tren tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Hasil imbang 1-1 melawan Persita pada Jumat (31/1/2025) membuat suporter setia mereka, Bonek, geram dan mendesak tim untuk segera bangkit.
“Liga 1 itu kompetisi berat. Bulan ini menjadi periode sulit bagi kami. Tapi inilah sepak bola, situasi seperti ini bisa terjadi. (Namun) saya ingin segera bangkit,” ujar pelatih Persebaya, Paul Munster.
Munster juga menyatakan dirinya memahami kekecewaan para suporter. “Saya mendengar gemuruh dari Bonek. Kami harus mengambil sisi positif dari situasi ini dan kembali ke jalur kemenangan,” katanya.
Lebih lanjut, Munster menegaskan bahwa timnya harus kembali fokus dan bertarung habis-habisan untuk keluar dari tren buruk ini. “Tren negatif ini tidak bisa terus berlanjut. Kami harus kembali menyatu dan berjuang. Yang terpenting adalah mencetak gol dan memenangkan pertandingan,” tegasnya.










