BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengikuti video conference yang digelar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (4/2) pagi.
Rapat ini membahas strategi penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Kalsel.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Komitmen Menjaga Inflasi Daerah Tetap Stabil dan Sesuai Target Nasional
Video conference tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Kalsel, Brigjen Pol. Nurrullah, dan Wakil Komisi IV DPRD Kalsel, H. Gusti Iskandar. BGN, sebagai lembaga yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, telah meluncurkan Program MBG sejak 6 Januari 2025 yang menyasar 130.000 siswa di Kalimantan Selatan, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Untuk mendukung program ini, setiap dapur mandiri membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar per bulan. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan bahan makanan bergizi, peralatan dapur, serta biaya tenaga kerja yang terlibat dalam pengolahan dan distribusi makanan.
Sebagai komitmen terhadap keberhasilan program ini, Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk memastikan keberlanjutan pembangunan dapur mandiri dan kelancaran distribusi makanan bergizi bagi siswa.
Dalam video conference yang dihadiri oleh gubernur, bupati, wali kota, dan perwakilan dari berbagai provinsi, beberapa kendala terkait pelaksanaan program MBG, seperti regulasi dan alokasi anggaran, disampaikan.

