“Penemuan kasus lebih dini adalah hal yang positif, karena semakin cepat pasien didiagnosis dan diobati, semakin kecil kemungkinan mereka menularkan penyakit ini ke orang lain,” tegas Hasmi.
Berdasarkan data tahun 2024, angka penemuan kasus TBC mencapai 119% (737 kasus). Data ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencapai 72% (333 kasus).
“Dengan meningkatnya angka penemuan kasus, berarti semakin banyak penderita yang bisa segera mendapatkan pengobatan. Ini adalah langkah penting menuju eliminasi TBC di Kabupaten Balangan. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya TBC dan aktif melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala,” tutup Hasmi.
(Kalimantanlive.com/Kamil)
editor : TRI







