PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit yang masuk dalam 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan.
Didapat dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 3 Juni 2024, terdapat estimasi 1.060.000 kasus TBC dengan 821.200 yang terlaporkan.
# Baca Juga :Dinkes Balangan Tetapkan Program Kerja 2025, Fokus pada 12 Standar Pelayanan Minimal
# Baca Juga :Dinkes Balangan Ikuti Penilaian Germas Award Tingkat Provinsi, Begini Hasilnya
# Baca Juga :Tidak Ada Kasus Cacar Monyet, Dinkes Balangan Tetap Imbau Masyarakat Untuk Waspada
# Baca Juga :Dinkes Balangan Ajak Para Orangtua Bawa Anak Perempuan Ikuti Imunisasi HPV
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan upaya untuk menekan angka penyebaran TBC.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Balangan, H Hasmi menyampaikan bahwa berbagai upaya telah diterapkan dalam penanggulangan TBC, mulai dari pencegahan hingga pengobatan.
“Kami melakukan pencegahan melalui sosialisasi, koordinasi lintas sektor, dan perluasan terapi pencegahan TBC, termasuk vaksinasi BCG bagi bayi. Selain itu, kampanye dan penyuluhan kesehatan tentang TBC juga terus dilakukan di masyarakat,” ujar H. Hasmi.
Di bagian pengobatan dan surveilans, Dinkes menerapkan investigasi kontak penderita, skrining pada populasi yang berisiko seperti penderita diabetes, anak dengan gizi kurang, serta kelompok lain seperti santri di pondok pesantren dan penghuni panti.
“Kami juga berkolaborasi dengan dokter praktik mandiri dan klinik kesehatan di Polres Balangan, serta mitra pemerintah daerah untuk memastikan setiap penderita mendapat pengobatan yang tepat,” tambahnya.
Peningkatan SDM dan fasilitas kesehatan juga menjadi fokus utama Dinkes, termasuk pelatihan bagi dokter, kader pengawas minum obat (PMO), serta penambahan alat laboratorium Test Cepat Molekuler (TCM) di semua puskesmas.
Dinkes melalui Puskesmas di Kabupaten Balangan juga mengembangkan berbagai inovasi sebagai strategi percepatan eliminasi TBC, antara lain:
1. Gerobak Sapi (Gerakan Obati TB Sampai Eliminasi) – Puskesmas Awayan
2. Pengamin Open TB (Pengawasan Minum Obat TB) – Puskesmas Tebing Tinggi
3. Bekal Taru (Bersama Kader Lacak dan Temukan Terduga TB Paru) – Puskesmas Batumandi
4. Es Kopi Enduls (Investigasi Kontak Pasien TB) – Puskesmas Parsel
5. UPT (Upaya Peduli Tuberkulosis) – Puskesmas Tanah Habang
6. KALIMAT TB (Kalender Minum Obat TB) – Puskesmas Paringin
7. GURUN SAHARA (Gerakan Menurunkan TB, Periksa Dahak Segera) – Puskesmas Lampihong
8. Gebrak Pintu (Gerakan Berantas Kenali Penyakit TBC) – Puskesmas Lokbatu
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Balangan menargetkan menemukan sekitar 615 kasus TBC pada tahun 2024. Hal ini sebagai upaya menekan angka kejadian hingga 80% menuju eliminasi TBC pada 2030.










