Kendalikan Inflasi di Kalteng, Sidak Bapok di Pasar Tradisional Hingga Rapat Koordinasi Rutin

Tak Berkategori

PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Kalteng terus berupaya dalam melakukan pengendalian inflasi di Bumi Tambun Bungai.

Ini untuk mencegah agar kebutuhan bahan pokok atau bapok Masyarakat Kalteng tidak mengalami kenaikan, sehingga diperlukan beberapa strategi yang tepat.

Beberapa arahan dari Kepala BI Perwakilan Kalteng, Yuliansah Andrias untuk menjaga agar harga bahan pokok di Pasar Tradisoional Palangkaraya dan  kabupaten di Kalteng tetap sabil.

Hal itu diungkapkan,  Yuliansah Andrias, saat menghadiri kergiatan diseminasi perekonomian provinsi di Kalteng dengan tema “Central Borneo Economic’s Revival: Mendorong hilirisasi berbasis sumber daya alam melalui kebijakan pembiayaan.

Kegiatan yang  dilaksanakan di Palangkaraya, belum lama ini tersebut juga banyak mendapat perhatian banyak kalangan, karena inflasi kerap terjadi sehingga mengakibatkan harga bahan pokok naik.

Kepala Perwakilan BI Kalteng ini menyatakan, optimalisasi peran TPID melalui berbagai kegiatan pengendalian inflasi, sangat vital untuk menjaga agar harga-harga kebutuhan pokok Masyarakat yang dijual di pasar tradisional tetap stabil.

Perlu dilakukan rapat koordinasi secara rutin, bahkan juga digelar kegiatan inspeksi mendadak dalam rangka memantau harga-harga bahan makanan pokok pada sejumlah pusat perbelanjaan tradisional, modern.

Selain itu, juga perlu melakukan kegiatan lainnya, seperti mengadakan pasar murah, selain itu juga diperlukan kebijakan impor bahan pangan serta perluasan kerjasama antar daerah.

“Diperlukan adanya sinergitas program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP untuk penguatan ketahanan pangan yang dilakukan melalui pengembangan komoditas ungggulan seperti IR42 dan program digital farmin,” terangnya.

Dipaparkan dia, dalam mengendalikan inflasi tersebut, harus memperkuat direalisasikannya strategi 4K. yakni  memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Dijelaskan dia, ketersediaan pasokan, dapat dilakukan melalui percepatan pembangunan rice to rice (RTR) dan rice miling plant (RMP) serta terintegrasinya peternakan di kawasan food estate yang ada di Kalteng.

Bukan hanya itu, termasuk memperluas areal tanam untuk komoditas IR42 untuk menjaga ketersediaan pasokan beras di Kalteng.

Sedangkan dalam rangka mengimplementasikan harga terjangkau oleh masyarakat,  bisa menggelar kegiatan pasar murah yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk semua wilayah Kalteng atau di berbagai kabupaten/kota di Kalteng.

Lebih jauh dia mengungkapkan,  pasar murah dan operasi pasar fokus pada komoditas pangan strategis yang selama ini menjadi kebutuhan pokok Masyarakat.

Ini diantaranya, bahan pokok seperti beras, aneka bawang, gula pasir, minyak goreng, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Dalam rangka memperlancar arus distribusi barang,  dioptimalkan komunikasi  antar instansi atau Lembaga terkait, tentunya harus membentuk satu forum bersama di provinsi.

Ditegaskan Kepala Perwakilan BI Kalteng ini, adanya forum koordinasi dan kerjasama antar dinas termasuk dinas perhubungan dilakukan komunikasi secara efektif dan efisien yang dilakukan secara  rutin.

“Perlu dilakukan evaluasi inflasi bulanan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Karena ungkap dia, rakor bersama Kemendagri menjadi langkah mengendalikan inflasi dan early warning terkait ketersediaan stok maupun kesiapan menghadapi hari besar keagamaan nasional ,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (3/2/2025) merilis pada Januari 2025 Provinsi Kalimantan Tengah, secara year on year (y-on-y) terjadi inflasi sebesar 0,28 persen.

Sementara, secara year on year (y-on-y), tingkat Inflasi Provinsi Kalimantan Tengah lebih rendah dari rata-rata nasional yakni, secara year on year (y-on-y) inflasi nasional sebesar 0,76 persen.

Seorang pedagang cabai dan bawang di Pasar Tradisional Sampit, saat menjajakan daganganya. Cabai dan bawang kerap juga menjadi salah satu bahan makanan yang kerap menyumbang inflasi di Kalteng. (Kalimantanlive.com / Pathrurrachman)

 

Ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga dan memberikan andil inflasi bulanan pada Bulan Januari 2025, diantaranya,  daging ayam ras sebesar 0,29 persen, cabai rawit sebesar 0,21 persen, Ikan gabus sebesar 0,16 persen,  Cabai rawit sebesar 0,04 persen,  Bensin sebesar 0,03 persen .

BI Kalteng :Tingkatkan Pemahaman Ekonomi Digital, BI Kalteng Gelar Borneo Decafest

Baca Juga :Berdedikasi dan Berkontribusi Baik, Deputi Gubernur BI Apresiasi Mantan KpwBI Kalteng Taufik Saleh

Baca JugaBI Kalteng Rekomendasikan Enam Kunci Prioritas Majukan Ekonomi dan Jaga Stabilitas Inflasi

BPS Kalteng juga mengungkapkan, Kabupaten yang mengalami inflasi secara month to month yaitu Kabupaten Kapuas sebesar 0,11 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan di hampir seluruh Kab/Kota, yaitu: daging ayam ras, cabai rawit, dan ikan gabus.

Secara year on year, Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi year on year di seluruh Kab/Kota, yaitu: emas perhiasan, ikan gabus, Sigaret Kretek Mesin (SKM), cabai rawit dan minyak goreng.

Bukan hanya itu, BPS Kalteng juga menjelaskan terkait, beberapa fenomena pada bulan Januari 2025 yang menyebabkan inflasi dan deflasi, antara lain, daging ayam ras mengalami kenaikan harga, karena meningkatnya permintaan di tingkat peternak.