Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, juga telah menginstruksikan agar Kalsel terus menjaga status surplusnya.
Dengan adanya perjanjian kontrak antara petani dan Perum Bulog, diharapkan menjadi motivasi bagi para petani untuk terus menanam dan meningkatkan produktivitas lahan.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Tunggu Edaran Kemendagri Terkait Efisiensi Anggaran
“Saat ini kita menghadapi tantangan banjir, namun jangan berkecil hati. Setelah bulan Maret, kita akan kembali mengejar musim tanam. Bahkan, kami siap menggelar panen raya di Desa Danda Jaya pada bulan Maret mendatang. Semoga Kalsel tetap surplus dengan menerapkan program optimalisasi lahan, dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun,” lanjut Syamsir.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalsel, Dani Satrio, menyampaikan bahwa Bulog tidak bekerja sendiri dalam mendukung petani, melainkan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan TNI guna memastikan harga HPP yang layak diterima oleh petani.
“Hal ini bertujuan agar petani semakin termotivasi. Pada tahun 2024, target Bulog sebesar 2.400 ton berhasil terlampaui hingga mencapai 6.030 ton, atau sekitar 251 persen dari target. Untuk tahun ini, targetnya 6.350 ton dan kami optimis akan melebihi angka tersebut,” ungkap Dani.
Di Desa Danda Jaya sendiri, terdapat sekitar 600 hektar lahan pertanian yang diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 2.100 ton padi.

