BATULICIN, KALIMANTANLIVE.COM – Peresmian Puskesmas Karang Bintang, di Desa Pematang Ulin Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu merupakan bentuk kesungguhan dan sekaligus integritas dari jajaran Pemerintah Daerah, khususnya jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas Karang Bintang.
Hal itu dikatakan Bupati Tanah Bumbu, Abah Zairullah Azhar kepada wartawan usai meresmikan Puskesmas Karang Bintang, Senin (10/2/2025) siang.
# Baca Juga :Andi Rudi latif dan H Basanuddin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu
# Baca Juga :Wakili Bupati, Sekda Ambo Sakka Hadiri Rapat Persiapan Pelantikan Bupati Tanah Bumbu
# Baca Juga :Bupati Tanah Bumbu Buka Pekan Kebudayaan Daerah di Pantai Pagatan, Komitmen Lestarikan Budaya Lokal
# Baca Juga :Buka Panen Raya Padi di Desa Manurung, Bupati Tanah Bumbu Ingin Jadi Pemasok Beras di IKN
“Alhamdulillah dengan kesungguhan mereka bisa terbangun puskemas ini,” kata mantan salah satu Kepala Puskesmas tahun 80-an di Kabupaten Barito Kuala itu.
Ketika menjawab pertanyaan wartawan, Bupati Zairullah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu dr. Muhammad Yandi Noorjaya, MM, Kepala Puskesmas Karang Bintang dr. Erham, anggota DPRD Tanah Bumbu dari Partai Gerindra Sayono, Kadiskominfo Tanah Bumbu Al Husain Mardani.
Zairullah lebih lanjut mengatakan, perismian ini sebagai wujud dan doa masyarakat yang luar biasa karena kita yakin ini adalah harapan dari warga.
Sementara itu, anggota DPRD Tanah Bumbu Sayono mengharapkan pelayanan kesehatan puskesmas ini kepada masyarakat lebih maksimal dan ditingkatkan kedepannya.
Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu dr. Muhammad Yandi Noorjaya, dalam laporannya mengatakan, puskesmas ini dibangun di lahan seluas 21.405 meter persegi. Pembangunan dilaksanakan dua tahap.
Pembangunan tahap pertama tahun 2021 dengan luas 1.632 meter persegi dengan bangunan dua lantai. Untuk lantai bagian bawah dipergunakan untuk pelayanan dan UGD.
“Sedangkan bagian atas untuk administrasi, ruang kapus/tata usaha, ruang rapat,” kata dr. Yandi, begitu biasa dipanggil.

