“Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, namun ancaman narkotika tetap harus diwaspadai. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan yang lebih holistik dan terintegrasi,” kata Adi.
Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan budayawan dalam menangani permasalahan narkoba.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Siapkan 17 Program Pelatihan 2025, Tingkatkan Keterampilan SDM
“Kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa P4GN bukan hanya tugas BNN atau aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama sebagai warga negara,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Kalsel mendukung penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penyediaan fasilitas rehabilitasi yang lebih memadai bagi korban penyalahgunaan narkoba. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan pemulihan secara menyeluruh.
Dengan adanya rakor ini, diharapkan upaya pemberantasan narkotika di Kalsel semakin efektif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Sumber: MC Kalsel
Editor: Elpian

